Krisis Iklim Penyebab Utama Banjir di Indonesia? Kapan Ini Akan Selesai?

Oleh : Putri Salsabilla

Sumber : iNews.id/Dok 

Banjir di Indonesia bukanlah suatu hal yang aneh untuk didengar. Permasalahan ini terus  menghantui setiap warga indonesia sambil mengaharapkan solusi yang terbaik agar bencana ini  selesai. Mendengar kata banjir yang terlintas dipikiran orang adalah sampah, hujan, ngungsi,  bahkan bencana rutin tiada henti. Apakah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah indonesia bisa  disebut sebagai bencana alam atau bencana buatan? 

Faktor Peyebab Terjadinya 

Banjir merupakan suatu kondisi terjadinya luapan air berlebih yang menenggelamkan  daratan. Penyebab dari kondisi ini tidak hanya berasal dari perubah iklim secara ekstrim, tetapi dapat disebabkan juga adanya penyumbabatan aliran sungai yang mana terdapat penumpukan  sampah disaluran perairan yang dilakukan oleh manusia dan kegiatan deforestasi yang dilakukan  tanpa berfikir panjang dan berlaku sewenang-wenang terhadap lingkungan. Tindakan tersebut  merupakan bentuk pemanenan dan tidak menggunakan sistem pemanenan selektif, sehingga tidak  ada pohon yang menyerap air, dan limpasan air terkendali. Faktor curah hujan yang tinggi,  minimnya daerah resapan air, sampai luasan hutan saling berkontribusi dalam peningkatan  volume banjir yang terjadi. Banjir yang melanda kawasan pemukiman, jalan raya dan sebagainya  dapat menganggu kegiatan ekonomi secara signifikan, kerugian materil yang pasti tidak sedikit,  dan aktivitas karyawan/pekerja dibatasi secara signifikan, termasuk aktivitas pelajar dan  mahasiswa yang tidak akan dapat berlangsung seperti biasa, serta permasalahan kesehatan.

Kriteria Wilayah Terdampak Banjir  

Banjir merupakan salah satu masalah krusial yang sedang dihadapi Indonesia sejak dulu  hingga sekarang. Sekitar 80% dari total populasi wilayah Indonesia rawan terkena banjir. Sampai  akhir tahun 2021 masih banyak wilayah yang berpotensi terendam banjir. Wilayah berpotensi  terkena banjir memiliki kriteria sebagai berikut: 

• Memiliki topografi yang khas, seperti adanya perbedaan ketinggian tanah atau yang  disebut dengan daerah cekungan. 

• Daerah aliran sungai atau berupa derah penampungan air seperti daerah rawa atau daerah  kawasan delta sungai. 

• Memiliki tingkat curah hujan yang tinggi.  

• Memiliki sistem drainase yang buruk. Hal ini banyak terjadi pada kawasan perkotaan  dimana diperparah dengan banyaknya tumpukan sampah. 

• Kawasan pessir pantai berpotensi terkena banjir karena adanya efek badai tropis yang  muncul, seperti pergantian iklim. 

• Daerah perbukitan gundul. Ketika jumlah pepohonan maka laju air hujan tidak akan  tertahan. 

• Kawasan sekitar gunung berapi. Pada kawsan ini banjir yang terjadi biasanya akan  terdapat bebatuan yang cukup berbahaya. 

Peran Untuk Menanggulangi Pasca dan Sebelum Terjadi Banjir 

Langkah awal dalam mengatasi permasalahan banjir di Indonesia ini, yaitu dengan  menganalisa faktor penyebab terjadinya banjir secara menyeluruh. Mengindentifikasi bangunan,  sistem pengolahan air, sampai kegiatan pengelolaan lahan dan kondisi lingkungan sangat penting  dilakukan. Pasca bencana banjir terjadi hal yang perlu dilakukan adalah melakukan pemulihan  baik untuk kemanusian maupun untuk lingkungan yang terkena dampaknya. Oleh sebab itu perlu  adanya kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat untuk menaggulangi bencana banjir ini. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh kedua belah pihak untuk mengatasi banjir dalam  jangka panjang yang mana jika dilakukan secara optimal dan berkesinambungan. Langkah 

tersebut antara lain, dengan melalukan penanaman kembali (reboisasi) tumbuhan baru baik di  lahan/hutan gundul maupun di lingkungan sekitar rumah. Akar tumbuhan tersebut akan menjadi  jalur bagi air untuk masuk dalam tanah sehingga air tidak akan tertahan dipermukaan tanah akibat  adanya bebatuan. Perlu adanya pemeliharaan lingkungan seperti menjaga kebersihan dari  sampah-sampah, membersihkan saluran air, memperhatikan sistem pembuangan air limbah dan  saluran pembuangannya. Jangan sampai terjadi pencemaran lingkungan yang mana dapat  menimbulkan bencana. Serta melakukan naturalisasi disepanjang aliran sungai, yaitu hindari 

penggunaan lahan dipinggiran sungai untuk pembagunan perumahan. Alihkan pengunaan lahan  dalam bentuk penghijauan lahan. Dan hal salah satu hal terpenting, yaitu dengan jangan  melakukan penebangan liar dan menerapkan sistem tebang pilih untuk menjaga kelestarian hutan  tersebut. Dengan begitu bencana alam seperti banjir ini akan segera teratasi. 

Tentu kita tidak bisa menyalahkan pihak tertentu untuk ini, juga bukan saatnya untuk mencari  tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, kita harus mencari solusi dari masalah tersebut.  Setiap orang memiliki peran untuk dimainkan. Kita harus hadir dalam menghadapi segala  sesuatu. Semua pihak dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan perannya masing-masing dan  sesuai dengan pekerjaannya masing-masing dalam penanggulangan banjir yang berdampak pada  kemanusiaan. Dengan demikian tidak ada salahnya kita saling mengingatkan kembali, dan  menggugah hati bagi yang belum berbuat ke arah sana. Oleh karena itu, mari sebagai generasi  penerus bangsa turut berkontribusi demi Indonesia yang lebih baik! 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *